Dari sebuah Ketidaksengajaan

just a simple life, for moving

Distribusi Pada Oracle

DISTRIBUSI PADA ORACLE

23.7.1  Fungsionality pada Oracle DDBMS

Seperti pada kebanyakan DDBMS yang komersial, Oracle tidak mendukung mekanisme fragmentasi seperti yang telah didskusikan sebelumnya. Akan tetapi, DBA dapat secara manual melakukan distribusi data untuk mendapatkan pengaruh yang sama.

Tanggungjawab terletak pada end user untuk mengetahui bagaimana sebuah tabel dapat di fragmentasi dan untuk membangun pengetahuan ini ke dalam suatu aplikasi. Atau dengan kata lain, Oracle DDBMS tidak mendukung adanya fragmentasi transaparansi, tetapi mendukung adanya transparansi lokasi.

Berikut adalah overview tentang fungsionaliti dari Oracle DDBMS :

  1. Connectivity
  2. Global database name
  3. Database Link
  4. Referential integrity
  5. Heterogeneous distributed database
  6. Distributed query optimization

A. Connectivity

Oracle Net Sevice merupakan aplikasi data akses Oracle yang mendukung komunikasi antara client dan server. Net8 dapat melakukan komunikasi antara client-server maupun antara server-server melalui jaringan, dan mendukung kemampuan proses terdistribusi dan kemampuan DBMS terdistribusi.

Net8 juga bertanggungjawab untuk menterjemahkan berbagai karakter set yang berbeda atau data representasi yang ada ke dalam level operating sistem yang ada. Net8 menjaga koneksi dengan passing permintaan koneksi ke Transparent Network Substrate (TNS), yang menentukan server mana yang akan menangani request dan mengirimkan request dengan menggunakan protokol jaringan yang sesuai (TCP/IP atau SP/IPX). Net8 juga menangani komunikasi antara mesin yang berjalan dalam network protokol yang berbeda melalui Connection Manager (CMAN), yang pada versi sebelumnya ditangani oleh Multi Protokol Interchange pada Oracle 7.

Produk Oracle Names menyimpan informasi mengenai basis data dalam lingkungan terdistribusi dalam satu lokasi tunggal. Pada saat sebuah aplikasi meminta sebuah koneksi, Oracle Names respository akan di-konsul untuk menetukan lokasi dari server basis data. Alternatif penggunaan Oracle Names adalah dengan menyimpan informasi ke dalam lokal trsname.ora file pada setiap mesin client.

B. Global Database Names

Setiap basis data terdistribusi diberi sebuah nama yang disebut dengan global database name yang berbeda untuk semua basis data dalam sistem. Oracle membentuk sebuah global database name dengan menambahkan prefik pada nama dari domain network basis data dengan nama basis data lokal. Domain name harus mengikuti standar konversi Internet, dimana level harus dipisahkan dengan dot (.), diurutkan dari daun ke akar, dan dari kiri ke kanan. Sebagai contoh, gambar 1 merupakan hirarki yang mungkin untuk basis data DreamHome. Walaupun terdapat database lokal yaitu Rental seperti pada gambar, apat digunakan network domain nama LONDON.SOUTH.COM untuk membedakan bahwa basis data tersebut berada di London, dan bukan di Glasgow. Dalam kasus ini, global database name-nya adalah :

RENTALS.LONDON.SOUTH.COM

RENTALS.GLASGOW.NORTH.COM

C. Database Link

Basis data terdistribusi dalam Oracle dibangun dalam database link, yang menetukaan path komunikasi antara satu basis data Oracle dengan basis data yang lain (mungkin juga bukan Oracle). Tujuan dari basis data link adalah untuk membuat data remote tersedia untuk query maupun update dalam aksi yang esensial sebagai sebuah type dari store login ke dalam basis data remote. Sebuah link basisdata harus diberikan nama yang sama seperti global database name-nyadari remote basisdata yang mereferensi-nya. Dalam kasus ini, link basisdata harus transparan kepada user dari basisdata terdistribusi. Sebagai contoh, statement berikut ini akan membuat sebuah link basisdata pada lokal basisdata ke remote basisdata di Glasgow :

CREATE PUBLIC DATABASE LINK RENTALS.GLASGOW.NORTH.COM

Sekali database dibuat, dapat digunakan untuk melakukan refer ke tabel dan view pada remote basisdata dengan menambahkan @databaselink ke nama tabel atau view yang digunakan dalam sebuah perintah SQL. Dengan menggunakan pilihan Oracle terdistribusi, remote table dan view dapat diakses menggunakan INSERT, DELETE dan UPDATE. Sebagai contoh, dapat menggunakan perintah SQL seperti berikut ini untuk melakukan update ke tabel Staff pada remote site :

SELECT * FROM Staff@RENTALS.GLASGOW.NORTH.COM;

UPDATE Staff@RENTALS.GLASGOW.NORTH.COM SET salary = salary * 1.05;

User juga dapat mengakses tabel yang dimiliki oleh user yang lainnya dalam basisdata yang sama dengan member tambahan pada wal dari nama basisdata dengan nama skema. Sebagai contoh, jika di asumsikan user tertentu melakukan akses pada tabel Viewing dalam schema Supervisor, maka dapat menggunakan skema berikut ini :

SELECT * FROM Supervisor.Viewing@RENTALS.GLASGOW.NORTH.COM;

Statement tersebut dihubungkan dengan user tertentu ke remote basisdata dan kemudian menjalankan query pada tabel Viewing dalam skema Supervisor. Synonim dibuat untuk menyembunyikan fakta bahwa tabel Viewing milik Supervisor berada pada remote database. Perintah berikut akan menyebabkan seluruh referensi berikutnya ke Viewing untuk mengakses remote tabel Viewing yang dimiliki oleh Supervisor.

CREATE SYNONIM Viewing FOR Supervisor.Viewing@RENTALS.GLASGOW.NORTH.COM

SELECT * FROM Viewing;

Dengan cara yang sama, gunakan sinonim baik untuk independensi data maupun transaparansi lokasi.

D. Referential Integrity

Oracle tidak mengijinkan untuk mendeklarasikan referential integrity contrain pada basisdata dalam sistem terdistribusi. Akan tetapi relasi parent / child dari antara basisdata dapat di-maintained menggunakan trigger.

E. Heterogeneous Distributed Database

Heterogeneous Servis dapat diakses dengan cara :

  1. Transparan Gateway, dengan menggunakan akses SQL ke non-Oracle DBMS termasuk DB2, Infomix, Sysbase, SQL Server, dll. Gateway ini seara khusus berjalan pada mesin dengan non-Oracle DBMS sebagai lawan dari tempat Oracle Server berada. Akan tetapi, transparan gateway untuk DRDA, dimana menyediakan akses SQL ke basisdata DRDA-enable seperti DB2, SQL/DS dan SQL/400, tidak mengijinkan software Oracle pada target system.
  2. Generic Connectivity, mengatur agen yang dihubungkan dengan customer-privided drivers. Saat ini, Oracle menggunakan agen untuk ODBC dan OLE DB. Fungsi dari agen tersebut lebih terbatas dibandingkan dengan transparan gateway.
  3. c. Procedure Gateway, dengan mengimplementasikan call remote prosedur (RPC) ke aplikasi yang dibangun pada non-Oracle DBMS. Sebagai contoh, procedural gateway untuk AAPC menyediakan RPC yang mendukung melalui PL/SQL untuk mengakses transaksi CICS, IMS/TM dan IDMS/DC mainframe dengan sumber data seperti ADABAS, CA-IDBS,IMS, VSAM dan DB2.

Feature pada heterogeneous servis meliputi :

  1. Distributed Transction (transaksi terdistribusi)

Sebuah transaksi yang dapat menjangkau system oracle dan non-oracle dengan menggunakan two phase commit (2PC)

  1. Transparant SQL Access

Perintah SQL dikalukan dengan aplikasi yang secara transparan melakukan transformasi ke perintah SQL yang diakui oleh non-oracle system.

  1. Procedural access

Prosedural system, seperti system pengiriman pesan dan queuing, dapat diakses dari oracle server menggunakan PL/SQL

  1. Data dictionary translation

Untuk membuat system non-oracle Nampak sebagai server oracle yang lain, perintah SQL mengandung referensi ke table kamus data oracle yang ditransform ke perintah SQL yang mengandung referensi table kamus system non-Oracle.

  1. Pass-through SQL dan Strore Procedures

Sebuah aplikasi dapat langsung melakukan akses ke system non-oracle dengan menggunakan system oracle dialek. Store procedure pada system non-oracle yang berdasarkan SQL diperlakukan jika terdapat remote procedure PL/SQL.

  1. National language support

Heterogeneous services mendukung multibyte character set dan menterjemahkan sekumpulan karakter antara system oracle dan non-oracle.

  1. Optimization

Heterogeneus services dapat mengumpulkan table kepastian dan index statistic pada system non-oracle dan melewatkannya ke Oracle cost-based optimizer.

Distributed Query Optimization

Disributed query optimization disusun oleh basis data oracle local ke dalam sejumlah remote query yang berhubungan, yang akan dikirimkan ke remote DBMS untuk dieksekusi. Remote DBMS mengeksekusi query dan menggirimkan hasilnya kembali ke local node. Lokal node kemudian akan membentuk post processing yang diperlukan dan menggembalikan hasilnya ke user atau aplikasi.

Hanya data yang diperlukan dari remote table yang di ekstrak, akan mengurangi sejumlah data yang diminta untuk di transfer .

Dikutip dan diterjemahkan dari ebook manual oracle.

Dalam Oracle heterogeneous DDBMS paling sedikit satu DBMS yang non-Oracle system. Dengan menggunakan Heterogeneous Services agent dan non-Oracle system-specific Heterogeneous Services agent, Oracle dapat menyembunyikan distribusi dan heteroginity dari user. Heterogeneous Services agent berkomunikasi dengan sistem non-Oracle, dan dengan komponen Heterogenous Service pada server Oracle. Untuk kepentingan Oracle Server, agen mengeksekusi SQL, prosedur dan permintaan transaksi pada non-Oracle system.

Agustus 3, 2009 Posted by | Materi | 2 Komentar

Fuzzy C-Means

Fuzzy C-means Clustering (FCM), atau dikenal juga sebagai Fuzzy ISODATA, merupakan salah satu metode clustering yang merupakan bagian dari metode Hard K-Means. FCM menggunakan model pengelompokan fuzzy sehingga data dapat menjadi anggota dari semua kelas atau cluster terbentuk dengan derajat atau tingkat keanggotaan yang berbeda antara 0 hingga 1. Tingkat keberadaan data dalam suatu kelas atau cluster ditentukan oleh derajat keanggotaannya. Teknik ini pertama kali diperkenalkan oleh Jim Bezdek pada tahun 1981. Konsep dasar FCM, pertama kali adalah menentukan pusat cluster yang akan menandai lokasi rata-rata untuk tiap-tiap cluster. Pada kondisi awal, pusat cluster ini masih belum akurat. Tiap-tiap data

memiliki derajat keanggotaan untuk tiap-tiap cluster. Dengan cara memperbaiki pusat cluster dan nilai keanggotaan tiap-tiap data secara berulang, maka dapat dilihat bahwa pusat cluster akan menujui lokasi yang tepat. Perulangan ini didasarkan pada minimasi fungsi obyektif (Gelley, 2000).

Algoritma FCM secara lengkap diberikan sebagai berikut (Zimmerman, 1991); (Yan, 1994); (Ross,

2005) :

1. Tentukan :

a) Matriks X berukuran n x m, dengan n = jumlah data yang akan di cluster; dan m = jumlah variabel (kriteria).

b) Jumlah cluster yang akan dibentuk (C ≥ 2)

c) Pangkat (pembobot w > 1 )

d) Maksimum iterasi

e) Kriteria penghentian ( ε = nilai positif yang sangat kecil)

2. Bentuk matriks partisi awal U (derajat keanggotaan dalam cluster); matriks partisi awal biasanya dibuat secara acak

3. Hitung pusat cluster V untuk setiap cluster

4. Perbaiki derajat keanggotaan setiap data pada setiap cluster (perbaiki matriks partisi)

5. Tentukan kriteria penghentian iterasi, yaitu perubahan matriks partisi pada iterasi sekarang dan iterasi sebelumnya

Dikutip dan ringkas dari :Seminar Nasional Teknologi 2007 (SNT 2007) ISSN : 1978 – 9777

Yogyakarta, 24 November 2007

Mei 23, 2010 Posted by | Materi | Tinggalkan sebuah Komentar

Beberapa Contoh judul TA

Buat teman-teman yang sedang bingung menentukan judul TA (Tugas Akhir) yang berkaitan dengan teknologi informasi, disini ada beberapa contoh judul, mungkin dapat menginspirasi teman-teman sekalian…  silahkan dibaca, semoga bermanfaat.

1. Aplikasi Pemesanan Rental Mobil Hafa Yogyakarta Dengan Layanan Web dan WAP
2. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran dan Persediaan Barang PT. Nycomed Amersham
3. Perancangan Perangkat Lunak Tender untuk Jasa Konsultan
4. SET Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SDM) PT. LEN
5. Deteksi Muka Depan Manusia dari Sebuah Citra Berwarna dengan Template Matching
6. Perangkat Lunak Sistem Informasi Pegawai PT. Stannia Bineka Jasa
7. Perangkat Lunak Pemenuhan Kebutuhan Gizi pada Orang Sakit
8. Analisa & Perancangan Sistem Monitoring Inventaris Barang PT. LEN
9. Implementasi SMS gateway dengan menggunakan bahasa alami dalam sistem informasi perdagangan (Studi Kasus Toko Amanna)
10. Studi dan Implementasi Konsep Business to Costumer dengan Teknologi M-Commerce berbasis WAP
11. Perancangan Sistem Informasi Berbasis Web pada Perpustakaan Umum Daerah di Singaraja
12. Sistem Aplikasi Try Out SPMB dan EBTANAS Berbasis Web Menggunakan PHP MySQL
13. Aplikasi Logika Fuzzy untuk Prediksi Penyakit dengan Metode Criteria Decision Making
14. Sistem Informasi Eksekutif untuk Perencanaan Tata Letak Anak Cabang Perusahaan (Studi Kasus Bank PD. BPR Bapas 69 Magelang)
15. Membangun Aplikasi Pustaka (Pusat Data Informatika) Berbasis Web
16. Aplikasi Algoritma Minimax pada Permainan Checkers
17. Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Porsi Dana Investasi Portofolio dengan Model Indeks Tunggal
18. Rancang Bangun Multiplayer Game Real Time Strategy Berbasis Macromedia Flash MX
19. Menentukan Volume Produksi dengan Menggunakan Metode Sugeno
20. Sistem Informasi dan Analisa Akuntansi di PT. Prima Cipta Informatika Yogyakarta
21. Penentuan Lokasi Optimal untuk Distribusi Unit Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) dengan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Sleman, DIY
22. Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Daerah Pariwisata Propinsi Bali Berbasis Web.

23. Pembangunan Perangkat Lunak Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Kerusakan Pada Mobil Toyota Kijang
24. Sistem Informasi Keuangan CV.Epsilon Group
25. Perancangan dan Implementasi Portal Muslimah sebagai Sarana Pencarian Berbasis Web
26. Aplikasi Portal Formula I
27. Perancangan Aplikasi Forum Diskusi dengan Metoda Synchonour
28. Perangkat Lunak Monitoring Laboratorium Teknik Informatika STT Telkom Berbasis Web
29. Sistem Informasi Berbasis Web untuk Layanan Purna Jual Pelatihan Divlat PT. Telkom
30. Perangkat Lunak Otomasi Pengelolaan APDB
31. Perancangan Perangkat Lunak Sistem Informasi Layanan Data Keuangan Investor di Bursa Berjangka
32. Sistem Informasi Non Operator
33. Sistem Komputer Akutansi Koperasi Karyawan PT. Pintex
34. Perangkat Lunak Bantu Perhitungan Sewa Lahan untuk Kabel
35. Searching dan Kodefikasi Pengaksesan Dokumen Lumbung Warta Berbasis Web di Divisi Risti
36. Pembangunan Perangkat Lunak Pendaftaran Siswa Baru untuk Mendukung Proses Penyeleksian dan Penerimaan Siswa Baru di SMUN 1 Sumedang
37. Perangkat Ajar Berhitung dengan Sempoa Sistem 1-4 untuk Mewujudkan Mental Aritmetika
38. Aplikasi Pengelolaan Medical Record Pasien pada Klinik PT. LEN Indrustri Bandung Berbasis Web
39. Sistem Informasi Laboratorium Teknik Elektro STT Telkom Berbasis Web
40. Perangkat Pengidentifikasi Jenis Dan Akibat Narkotika & Obat Berbahaya
41. Pembangunan Web Site Intranet Kandatel Bekasi
42. Inventory dan Penelusuran Buku dan CD Berbasis Web Perpustakaan Virtual Procces Lab Divisi Risti
43. Analisa dan Implementasi Linux Clustering dengan menggunakan PVM
44. Aplikasi Sistem Informasi Perijinan Pengelolaan Wartel pada Distel Solo
45. Aplikasi Tutorial Berbasis Web Mata Pelajaran Biologi tentang Anatomi Tubuh Manusia
46. Aplikasi Bandung Tour Online
47. Sistem Bimbingan Belajar UMPTN Berbasis Web
48. Perangkat Lunak Pengelolaan Administrasi Jurusan Teknik Elektro STT Telkom Berbasis Web
49. Perancangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia di Gereja Kristen Pasundan
50. Warung On Line Kopegtel Divisi Risti
51. Perancangan Sistem Penggajian Pegawai PT. Wahana Makmur Sejahtera
52. Perangkat Lunak Sistem Inventararisasi Sim Card dan Voucher pada PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) Bandung

Februari 23, 2010 Posted by | Contoh judul TA TIK | 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.